FGD dalam Rangka Assessment Desa Broadband Terpadu 2017 di Desa Sei Pancang

Sei Pancang, 12 Oktober 2017 – Dalam rangka Assessment Desa Broadband Terpadu 2017,  Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Badan Prakarsa Pemberdayaan Desa dan Kawasan (BP2DK) dan Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI)  yang bekerjasama dengan Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan-Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor (PPSP3-LPPM IPB) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) di Desa Sei Pancang. Sei Pancang menjadi salah satu desa yang terpilih dalam Assessment Pendampingan Penyelenggaraan Desa Broadband Terpadu Tahun 2017 di 222 Desa di Indonesia. Dengan Bapak Nunu Sanusi sebagai narasumber dari BP2DK dan dihadiri oleh 15 orang dari perwakilan desa. Kegiatan ini di Aula Kantor Desa Sei Pancang.

Adapun pada forum ini membahas tentang identifikasi profil desa, data sekunder desa yakni  mengenai luas wilayah dan jumlah peduduk 5 tahun terakhir, pola ekologi desa,  sasaran kebutuhan dasar desa, tipologi desa dan strategi pengembangan desa broadband terpadu dalam platform tatakelola desa serta pemanfaatan broadband itu sendiri untuk masyarakat. Dari hasil FGD juga mendapat kesimpulan bahwa Desa Sei Pancang memiliki kategori desa berkelanjutan, dalam artian pencapaian target pembangunan desa, kemampuan teknis dan manajerial komunitas di Desa Sei Pancang telah terlaksana dengan baik serta tatakelola desa sudah dilakukan dengan baik dan transparan serta partisipatif. Harapannya, dengan adanya Desa Broadband Terpadu juga dapat membantu dalam pembangunan desa, tentunya bermanfaat untuk masyarakat desa itu sendiri.

 

(proses FGD di Aula Kantor Desa Sei Pancang)

 

(foto bersama peserta FGD bersama Kepala Desa dan Bapak Nunu Sanusi)

Facebook Comments

4 Comments

Tinggalkan Balasan