Anggota TNI AL Tewas Tersengat Listrik Saat Menyambung Tiang Posko yang Patah

 Sungai Pancang, KLK TLG Setiawan Budhi Wahono harus meregang nyawa, lantaran tersengat listrik saat sedang memperbaiki mesin bor yang macet.

Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut dengan NRP 11625 sedang memperbaiki mesin bor, saat dilakukan pekerjaan perbaikan tiang pancang di bangunan Pos Angkatan Laut Sungai Pancang Sebatik, Senin (28/3/2016).

“Syok semua anggota. Nggak nyangka saja, tapi itulah namanya ajal,” ujar Kepala Seksi Intel Pangkalan TNI Angkatan Laut Nunukan Mayor Laut Sariwating, Selasa (29/3/2016) menceritakan reaksi rekan korban, yang selama ini dikenal supel dan pandai bergaul. Dia menceritakan kembali peristiwa naas yang terjadi saat itu. Sekitar pukul 13.00 Wita, tiang bangunan Pos AL patah akibat gelombang dan tekanan angin kencang.

Komandan pos, Peltu Norman, Koptu Syahruddin dan Koptu Arif saat itu berupaya menyambung bagian yang patah menggunakan kayu.Untuk menyambung, diperlukan bor listrik untuk membuat lubang baut sebagai penguat sambungan. Bor tersebut kemudian dinyalakan dengan sumber tenaga genset. Setelah semua persiapan alat siap, para anggota berbagi tugas.

Komandan pos menyiapkan perlengkapan kerja lain yang dibutuhkan. Sedangkan di atas jembatan kayu, KLK Indra bertugas menjaga genset listrik. Di bawah bangunan Pos AL, bagian tugas Peltu Norman, Koptu Syahruddin, dan Koptu Arif.

Sekitar pukul 13.05, komandan pos ikut membantu pengeboran tiang kedua. Sekitar pukul 14.44, KLK TLG Budhi yang saat itu berada di atas pos mencoba membantu melaksanakan pengeboran tiang kelima.

Saat Budhi mulai mengebor, mesin bor macet karena mata bor terjepit kayu. Budhi kemudian mencoba memperbaiki mesin dengan membukanya menggunakan kunci inggris, ujarnya.”Koptu Arif langsung berteriak minta genset segera dimatikan. Komandan pos dengan cepat mematikan aliran listrik dari stop kontak,” katanya.

Pertolongan pertama lalu diberikan kepada korban dengan memberikan nafas buatan, memompa dada untuk memancing reaksi jantung bekerja. Namun hal itu tak membuahkan hasil.

Sekitar pukul 14.50, Budhi diangkat dari bawah jembatan ke atas untuk mendapat pertolongan lanjutan.

Sekitar pukul 14.55 Danposal, anggota Pos AL dibantu marinir dan anggota DKP membawa Budhi ke puskesmas Sungai Nyamuk, katanya.Setibanya di Puskesmas Sungai Nyamuk, sekitar pukul 15.05 petugas puskesmas memeriksa denyut nadi, kondisi jantung dan pernafasan, termasuk memberikan tindakan lain seperti memberikan infus. Namun kondisi Budhi tetap tidak stabil dan tak kunjung membaik.

”Pukul 15.25 berdasar hasil pemeriksaan dokter puskesmas Sungai Nyamuk, KLK Budhi dinyatakan meninggal dunia, katanya.Jenazah KLK Budhi dipulangkan ke kampung halamannya di Kepanjen Kota Malang Provinsi Jawa Timur. Jenazah diberangkatkan, Selasa pukul 08.00, menggunakan pesawat TNI AL U-617

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan